'Masjid Nabawi' di Blitar


Masjid Ar Rahman 



Masjid Ar Rahman terletak di Jalan Ciliwung, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur. Masjid Ar Rahman dibangun menyerupai dengan Masjid Nabawi di Kota Madinah mulai dari arsitektur sampai ke suasana ruangan didalamnya.

Masjid megah di seberang Stadion Gelora Soeprijadi ini didirikan menggunakan uang pribadi oleh seorang pengusaha ternama asal Kota Blitar. Bermula dari kekagumannya terhadap Masjid Nabawi ketika pertama kali melaksanakan ibadah haji dan perasaan sangat khusyuk ketika beribadah di sana, Abah Haryanto memutuskan untuk membangun masjid yang menyerupai Masjid Nabawi di kampung halamannya.

Mulai dari tiang di bagian depan masjid dengan bentuk payung serupa dengan yang ada di halaman Masjid Nabawi, bentuk pintu masuk, hingga ornamen-ornamen penghias yang terbuat dari tembaga berwarna emas akan menyambut para pengunjung. Jalur masuk ke area masjid pun dibuat terpisah dan berseberangan antara pengunjung laki-laki dan perempuan.

Pintu Area Masjid





Suasana Dalam Masjid


Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung, tersedia loker untuk menyimpan sepatu, sandal, dan barang lainnya di area masuk masjid. Kemudian, pengunjung dibuat sedikit mengitari masjid melalui lorong yang dilengkapi ornamen gaya khas seperti Masjid Nabawi, untuk menuju ke tempat wudhu.

Tempat Wudhu

Bagian dalam masjid terlihat sangat megah dan mewah, jauh berbeda dari masjid-masjid lain pada umumnya di Kota Blitar. Arsitektur dinding, pintu, tiang, hingga ukiran pada atap yang bergaya khas Utsmaniyah Mamluk akan membuat Anda terpesona

Masjid Ar-Rahman tercatat paling ramai dikunjungi pada akhir pekan, utamanya pada hari Jum’at. Biasanya, paling banyak ialah pengunjung pariwisata dari luar daerah, yang sekaligus berziarah ke makam para wali dan makam Bung Karno di Kota Blitar.

Masjid Ar-Rahman menyediakan fasilitas minuman gratis bagi seluruh pengunjung, seperti kopi, teh, jahe, hingga air jeruk. Sementara, disediakan pula nasi kotak gratis sejumlah 1.500 boks setiap harinya yang dibagikan pada waktu shalat subuh, dzuhur, dan maghrib.


Komentar